Rabu, 14 Desember 2016

Sangat Tidak Disangka..!!! DIBOIKOT Besar-Besaran, Begini Nasib Sari Roti Sekarang...

Saham pemilik merek dagang Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), turun menukik.Saham ini turun menyusul klarifikasi ROTI yang membantah telah memberikan dukungan terhadap aksi damai 2 Desember 2016.

Dikutip dari Tempo.co, Rabu (7/12), berdasarkan pantauan di RTI Business, pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI)  sesi pertama, Rabu (7/12) harga saham ROTI terjun bebas ke posisi 0,66 persen atau 10 poin ke level Rp 1.510 per lembar saham.

Sebelumnya, saham ROTI dibuka flat dari penutupan kemarin di level Rp 1.520. Saham sempat turun di level terendah sebesar 1,31 persen atau 20 poin di harga Rp 1.500. Adapun harga saham mencapai level tertingginya di posisi Rp 1.525.

Saham ROTI hingga sesi I perdagangan melibatkan transaksi 40,4 ribu lembar saham dengan nilai transaksi Rp 60,93 juta dan diperdagangkan sebanyak 93 kali.

Sebelumnya, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk memberikan bantahannya melalui website resmi Sari Roti, www.sariroti.com, tentang adanya penjual perorangan merek roti mereka (Sari Roti) yang melakukan aksi bagi-bagi roti gratis dalam Aksi Super Damai Bela Islam III pada Jumat 2 Desember  yang digelar di Monas, Jakarta Pusat.

Sari Roti sempat menjadi trending topic urutan pertama di twitter karena saat itu banyak pedagang Sari Roti berjejer dan menempelkan label “gratis” di gerobaknya dan membagikan roti yang mereka jual tanpa meminta uang penjualan.

Namun produsen Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, membantah terlibat dalam aksi bagi-bagi roti saat Aksi Super Damai Bela Islam III pada Jumat 2 Desember lalu di Monas, Jakarta Pusat.
Bagi-bagi roti Sari Roti gratis saat itu merupakan aksi dari konsumen.Saat aksi 2 Desember, terpantau banyak pedagang gerobak Sari Roti berjejer dan membagi-bagikan roti secara gratis alias tidak dipungut biaya. Pihak Sari Roti menyatakan aksi itu bukan dari mereka sebagai produsen.

Allah tidak pernah Tidur, Allah tidak akan menukar rezeki hambanya...
Bagaimana nasib Penjual Sari Roti keliling sekarang, silahkan Simak kisah berikut ini : 

:: Hikmah Sari Roti ::

Kemarin sore seperti biasa Abang pengayuh roda tiga sari roti liwat depan, lalu saya terpikir "panggil ah sekalian tanya-tanya".
Ternyata stoknya masih buanyak dan penuh, gak nyangka biasanya jam segini sudah nipis bahkan seringan sudah habis.
Timbul percakapan sebagai berikut :
S = Saya
A = Abang penjual Sari Roti

(Percakapan dalam bahasa Madura)

S : Tumben masih banyak pak?
A : Iya mas, banyak yang gak beli, pemiliknya sih berulah?
S : (pura pura bego saya tanya) ulah gimana pak?
A : Itu lho buat pernyataan bahwa tidak mendukung aksi umat islam segala, padahal yang beli banyakan Islamnya.
S : Wah bahaya dong pak, nanti nasib bapak gimana kalau gak laku terus begini?
A : Biarkan sajalah mas, Rizky Allah SWT yang ngatur, pasti ada hikmahnya dari kejadian ini.
S : (mantuk-mantuk) Kira-kira hikmahnya apa ya pak?
A : Ya usaha roti rumahan jadi laku, saya itu 20Tahun mas dagang Roti, dulu Taun 90an, saya buat roti sendiri sekeluarga, istri istri saudara dan istri saya yang buat di Rumah, Laki lakinya ngayuh speda jualan ke toko toko, warung makan dan rumah-rumah.
S : Kenapa gak dilanjut pak?
A : Ya Sari Roti ini yang ngebuat gak lanjut, Roti saya banyak balik (retur) dari toko dan warung warung Krn gak laku kalah bersaing dengan sari roti, waktu itu dia jual murah murah rotinya malah sering beli satu dapat satu, jadi gak jalan punya saya, di Rumah Rumah juga banyak sudah ada stok sari roti yg dari toko, dulu sari roti gak punya becak kayak gini, pas ada becak sari roti sayalah yang daftar duluan, tapi ya gitu akhirnya produksi roti saya stop, istri istri kami jadi buruh cuci dan setrika, laki lakinya mancal sari roti Krn kita sudah tau jual kemana dan siapa jd mudah.
S : wah gitu ya pak, dulu apa nama usaha rotinya pak?
A : "Roti Usaha Baru"
S : (langsung saya teringat roti ini), dulu yang naik speda ontel ya pak? Gerobaknya putih ada tulisannya usaha baru?
A : Iya bener mas
S : (saya terharu) saya dulu penggemar roti bapak yang rasa kelapa hijau, sejak gak jualan saya jadi nyariroti lain.
A : Mau ta mas? Saya nyoba buat lagi udh 3 hari, bersama keluarga keluarga yang lama.
S : lah mana rotinya pak?
A : ya kan gak boleh masuk ke grobak sari roti mas, anak saya yang keliling, masuk ke kantin sekolah dan madrasah, kalau mau tak suruh kesini.
S : Mau pak, kirim rasa kelapa hijau, coklat dan tawar.
A : (langsung nelpon) sudah mas nanti kesini anak saya.

Dan saya pun nostalgia dengan roti isi kelapa hijau, seperti clbk... He-he-he...

Ternyata ada hikmah baik dibalik kejadian ini, usaha kecil menengah jadi tumbuh kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar